mengucapkan

mengucapkan

Wardjito Soeharso

30.Wardjito Soeharso. Multistatus. Pegawai Negeri. Widyaiswara. Dosen. Penyair. Suami dari satu istri. Ayah dari tiga anak. “Ayah” dari banyak anak yang mengangkatnya sebagai ayah. Pecinta tulen. Cinta profesi. Cinta istri. Cinta anak. Cinta sahabat. Juga cinta puisi. Hidupnya didedikasikan pada cinta.
Prinsip hidupnya sederhana saja: Hidup harus penuh dengan cinta, karena cinta itu adalah peduli, peduli itu berbagi, dan berbagi itu memberi. Jadi, tidak ada kata minta dalam cinta.
Berbagai karya yang pernah diterbitkan antara lain: Antologi Puisi Mendung Di Atas Kota Semarang (Indie,1983), Penerbitan Pers di Indonesia: Dari Undang-Undang Sampai Kode Etik (Aneka Ilmu, Semarang, 1994), Antologi Puisi Penulismuda (Media E-Solusindo, Semarang, 2007), Yuk, Nulis Puisi (Percetakan Negara RI, Surabaya, 2008), Yuk, Nulis Artikel (Media E-Solusindo, Semarang, 2009), Phantasy Poetica-Imazonation (pm-publisher, Semarang, 2010), Ide, Kritik, Kontemplasi (pm-publisher, Semarang, 2010). Puisi Menolak Korupsi Buku I dan IIb (Forum Sastra Surakarta, 2013). Dan banyak artikel lepas yang dimuat di berbagai media massa.
2014/1/4 wardjito soeharso


Lima Ekor Merpati Menembus Mendung



Lima ekor merpati menembus mendung
Langit bagai neon sepuluh watt
Cahayanya menguban rambut
di kepala nenek tua

Berjalan di tepi belukar kering
Dunia makin sempit
dan kekurangan oksigen

Lima ekor merpati melesat
Lubang ozon mencairkan es di kutub
Tujuh lapis langit terluka

Lima ekor merpati kehilangan sayap
Jatuh di pulau-pulau terbakar
Api cintamu yang berkobar


------------------ Yogya, 27 Januari 2014
  Wadie Maharief










Rindu Sepuntung Rokok


Sepuntung rokok membakar dadamu
di ruang tamu yang pengap
Asapnya melayang-layang mencari bayang
tentang kekasihmu yang jalang

Jarimu mengetuk-ngetuk meja
Mengikuti irama musik jazz
Membuat abu bertebaran di lantai
Lengking saxopon meluapkan birahi malam

Sepuntung rokok lengket di bibirmu
Matamu makin sipit dalam samar
Mengikuti asap terbang langlang
Tak juga tuntas kau teguk kerinduan

------------------ Yogya, 3 Februari 2014
  Wadie Maharief







Wadie Maharief

29.Wadie Maharief, lahir 13 Maret 1955 di Prabumulih, Sumsel. Menulis puisi, cerpen dan essei sejak 1975, dan banyak dimuat di suratkabar Kedaualatan Rakyat, Pelopor Yogya, Minggu Pagi, Bernas, Semangat da Koran Merapi di Yogyakarta, kemudian di Sinar Harapan, Suara Karya, Buana Minggu, Simponi dan lain-lain di Jakarta. Menjadi wartawan sejak 1976, pernah menjadi wartawan di Kedaualatan Rakyat, Yogya Pos dan beberapa tabloid lainnya. Sejumlah puisinya ikut dalam beberapa antologi bersama.






Ikatan kebangkitan


Kita hidup dalam satuan pancasila
Sebuah Negara yang  tercipta dari gugusan pulau-pulau
Ampera yang membelah musi
Dan Barito yang membelah arusnya

Bhineka tunnggal ika
Berkumandang dalam setiap pejuang yang telah meneteskan darahnya
Dalam cengkraman garuda yang perkasa
Dari  setiap batang tubuhnya tertoreh sebuah sejarah

Garudaku bernama Indonesia
Memekiklah dari dahan tertinggi
Tataplah dalam setip luas samudra
Bertenggerlah dalam lebatnya hutan

Meskipun macam asin tak mengaum
Sang garuda yang mampu menatap dari balik sebatang dahan
Banggalah menyebut kata Bhineka Tunggal Ika
Banggalah jadi bagian Negara kita yang tercinta

Marilah kita bangkit
Dalam sebuah ikatan

Banjarmasin, 31 March 2014
Syarif hidayatullah

Syarif hidayatullah

28.Syarif hidayatullah atau dikenal dengan nama pena Syarif bil izarr di lahirkan di Bantuil, tepian sungai Barito, Marabahan 20 oktober 1992. Sejak menjadi seorang santri sudah menyukai seni khususnya dari segi puisi dan tulis-menulis. Alumnus pon-pes Al-Mujahidin Marabahan kal-sel, sekarang tercatat sebagai seorang mahasiswa IAIN Antasari Banjarmasin. Menjadi salah seorang mahasiswa aktif di “LPM SUKMA” ( lembaga pers mahasiswa suara kritis mahasiswa ) dan sekarang menjabat ketua umum di “pondok huruf sastra” ( PHS). Tulisan-tulisannya pernah di muat di Banjarmasin post, media Kalimantan. Dan Antologi bersama pada ASKS ( aruh sastra Kalimantan selatan ) ke sepuluh “tadarus rembulan” antologi dewan kesenian tangerang “tifa nusantara” (bunga rampai puisi dan kreasi cerita rakyat)  dan antologi tunggalnya adalah “estetika dalam sandiwara”. Dan sekarang sedang menggarap bukunya yang berjudul “gerimis meniti pelangi”. Beralamat di bantuil, kec. Cerbon. Kab. Barito kuala. Kal-sel.


MIMPI SANG GARUDA



Manusia bejat dengan pangkat
Gelar terhormat tidak bermartabat
hanya tau memakan uang rakyat

Saat keadilan bisa di beli
saat koruptor sudah membumi
Tak ada lagi hati nurani

Wahai engau manusia durjana
apa gunanya gelar sarjana
Saat dulu engau di bina
kini tetap kau sia sia

Mengumbar janji sudah biasa
hati nurani sudah tiada
masih pantaskah kau bergelar manusia

Wahai engau para koruptor
hidup matimu sungguh ku tak perduli
hanya saja,
kembalikan hak kami

ribu ribu tahun...
indonesia telah merdeka...
merdeka yang selalu
dfengan korupsi
rakyat miskin
banyak penganguran...
kelaparan...
karena uang di makan
oleh pejabat...
apakah kau tak pernah
miskin?
apakah kau tak pernah
kelaparan?
apakah juga kau tak
pernah nganggur?
sehingga sekarang
indonesia penuh korupsi..
yang tak pernah
memikirkan rakyat...
ribu ribu tahun juga...
indonesia tetap
merdeka penuh dengan
korupsi...
SRAGEN 2014
Sus S. Hardjono

Sus S. Hardjono

27.Sus S. Hardjono, lahir dengan nama lengkap Susilaning  Setyawati ., 5 Nopember l969 di Sragen. Meraih gelar sarjana dari FKIP-UNS
(Fakultas Keguruan dan Iilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta) tahun 1992.
1990 an - Aktif menulis puisi, cerpen dan geguritan (puisi berbahasa Jawa) sejak mash menjadi mahasiswa, serta mempublikasikannya di berbagai media massa yang terbit di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Waktu itu Ia juga sempat bergabung dalam Kelompok Teater Peron FKIP UNS. Sejumlah puisinya telah terangkum dalam kumpulan puisi bersama penyair lain,  buku antologinya  diantaranya : 1.Getar 2 (Diterbitkan Kelompok Sastra Batu Malang , tahun 1996) , 2.“API” (th,.1997.. diterbitkan oleh.Mizan .. Bandung ),  3.“Kicau Kepodang 5” (diterbitkan oleh Forum Sastra Surakarta, tahun 1997), 4.“Tamansari” (diterbitkan oleh..FKY DKY .. Yogya, tahun.1998....),5.“Redi Lawu” (diterbitkan oleh..TBS ... Solo , tahun .2008....),  6."Sethong 2"(diterbitkan Taman Budaya Jawa Tengah tahun 2009) ,7.“Equator” (diterbitkan oleh Yayasan Cempaka KencanaYogyakarta , tahun 2011).8. Jantera  terkasa (1998), 9.  Satu kata istimewa yogya 2012,10 Nyanyian  Pedalaman,11.Sebab Cinta 2012,12. Negeri Poci 4 (2013),13. Titik 13 (2013),14 DSMI (2012),15.PMK (2013),16. Dari  Dam  Sengon  Ke  Jembatan  Panegel Gus  Dur  (Kudus , 2013), 17. Habis Gelap Terbitlah  Sajak (2013),18. Lentera  Hati  PBKS,19. Dekap Aku  Lekasih  (2014),20.Kartini  (2012),21. Saksi  Ibu  Reformasi (2014),22. Tifa Nusantara (2013)
23. Profil  Perempuan  Pengarang  Indonesoa (2013)
24Langkah Kita (Yogya , 2014).